Kesehatan sperma untuk pembuahan.

Sel sperma yang normal dan sehat merupakan faktor penentu terjadinya kehamilan. Dalam setiap ejakulasi terkandung 100 juta sperma. Dari jumlah itu, hanya dibutuhkan satu sel sperma untuk membuahi sel telur.

Menurut badan kesehatan dunia (WHO), pria yang hanya memiliki sperma kurang dari 20 juta sperma per milimeter air mani (semen), akan sulit melakukan pembuahan. Mengapa dibutuhkan jutaan sperma jika yang bisa membuahi hanya satu sel saja? Hal ini karena perjalanan dari vagina menuju ke tuba falopi untuk bertemu sel telur sangatlah sulit.

Bahkan, sel telur yang mampu bertahan dan mencapai tuba falopi, mereka masih harus berjuang lagi untuk membuahi sel telur karena sel telur dilapisi dengan lapisan tebal yang membuat proses pembuahan menjadi lebih sulit. Para ahli yakin, tahapan yang sulit itu merupakan seleksi alam sehingga hanya sel sperma yang sehat saja yang mampu membuahi. Dengan demikian kelak akan dilahirkan bayi-bayi yang sehat.

Menilai Kualitas Sperma Pasangan

Setelah sekian lama menikah, Anda tak juga dikaruniai momongan. Padahal, hubungan seks Anda dan pasangan cukup bergelora. Anda berdua juga tergolong rajin berolahraga, dan menerapkan pola makan yang sehat. Apa yang salah? Banyak kemungkinannya, salah satunya mungkin karena sperma suami Anda tergolong lemah.

Memiliki sperma yang cukup banyak saja ternyata bukan jaminan bagi seorang laki-laki bisa membuahi perempuan. Bahkan tak jarang sperma yang ada lemah, bahkan mandul. Beberapa faktor penyebab sperma yang lemah adalah stres, emosi yang tidak terkontrol, makanan yang tidak sehat, kurangnya hormon estrogen, penyakit (diabetes, jantung), hingga lingkungan yang memungkinkan terpapar dengan zat-zat kimia yang membahayakan.

Bila Anda penasaran dengan kualitas sperma suami, Anda bisa mencoba mengamati apakah sperma suami tergolong lemah. Sperma yang kurang baik ini sebenarnya dikenali secara kasat mata. Prof Dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAAC, dalam talkshow bertajuk "Seks dan Kualitas Hidup yang Menyenangkan Walaupun Usia Bertambah" di Bentara Budaya, Jakarta, Senin (1/2/2010), membeberkan tanda-tandanya:

1. Sperma yang normal atau sehat memiliki kuantitas atau ukuran yang cukup, yakni 200 mililiter. Cara mengetahuinya dengan mengumpulkan sperma dalam tabung ukur.

2. Warna sperma yang sehat yakni kelabu pucat, atau cenderung putih.

3. Sperma yang sehat berbau tidak terlalu ekstrem, atau sama sekali tidak berbau. Namun bau sperma yang sehat, menurut Prof Wimpie berbau mirip dengan bunga akasia.

4. Kekentalan sperma juga pertanda apakah sperma itu normal. Semakin kental semakin baik, dan semakin encer semakin tidak baik. Kekentalan sperma hanya berlangsung selama 10-15 menit, dan setelah itu ia akan mencair.

5. Kita bisa mengukur keasaman sperma dengan menggunakan kertas lakmus yang bisa dibeli di apotek. Kertas ini akan memberikan petunjuk seberapa asam atau seberapa basa kondisi sperma. Sperma yang normal memiliki derajat keasaman maksimal 7 pH, atau cenderung basa. Jika terlalu asam, sel sperma lemah, bahkan kosong.

6. Cara lain adalah dengan mendatangi laboratorium untuk memeriksakan kualitas sperma. Tanda sperma yang sehat?
* Gerakannya gesit.
* Jumlah sel sperma dalam satu mililiter sekitar 20 juta ekor. Jadi untuk dapat membuahi minimal harus punya 40 juta ekor.
* Bentuk sperma normal, yakni kepalanya oval dan ekornya bergerak-gerak.

Nah, kalau pasangan Anda memiliki salah satu ciri di atas, segera konsultasikan ke dokter kandungan dengan spesialisasi andrologi.


Berapa Lama Sperma Bertahan Hidup?

Sel sperma dihasilkan oleh buah zakar atau testis. Bila kualitas sperma baik, maka peluangnya untuk membuahi sel telur dan menghasilkan kehamilan akan semakin besar. Ketika seorang pria mengalami ejakulasi dan mengeluarkan sperma, berapa lama sperma ini bisa bertahan hidup?

Jawabannya tergantung pada banyak faktor, namun yang terpenting adalah di mana sperma itu berada. Pada permukaan yang kering seperti di baju atau sprei, sel sperma akan langsung mati begitu cairan mani (semen) kering.

Sedangkan di air, seperti di kolam hangat atau bath tub, usia hidup si sperma bisa lebih lama lagi karena mereka bisa bertahan di lingkungan yang hangat atau basah. Akan tetapi kemungkinan sel sperma ini berenang dan masuk ke saluran reproduksi wanita sangatlah kecil.

Sementara itu di dalam tubuh wanita, sperma bisa hidup hingga lima hari tergantung pada kondisi tertentu, seperti keasaman vagina. Karena itu meski hubungan seks tanpa kontrasepsi dilakukan bukan dalam masa subur, kemungkinan hamil tetap ada selama sel sperma masih hidup.


Makanan untuk Menambah Kualitas Sperma Suami

Makanan bisa memengaruhi kualitas sperma pria. Jika Anda berencana untuk mengisi kekosongan rumah dengan hadirnya seorang anak, coba jaga asupan suami agar kualitas spermanya tetap terjaga dan hindari makanan-makanan yang bisa merusaknya. Berikut laporan Ana Mantica dalam majalah Eating Well mengenai makanan yang penting untuk kualitas sperma pria:

Buah dan Sayur
Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Fertility and Sterility pada tahun 2009 dikatakan bahwa jumlah sperma sehat dikaitkan dengan konsumsi nutrisi tertentu. Beberapa nutrisi tersebut dapat ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran. Para peneliti berspekulasi bahwa antioksidan dapat meningkatkan kualitas sperma.

Ikan
Menurut sebuah studi dalam di Amerika Jurnal Epidemiologi, omega-3 yang ditemukan dalam minyak ikan dapat membantu pasangan untuk meningkatkan kualitas sperma. Penelitian yang dilakukan oleh University of Illinois menemukan bahwa tikus yang mengkonversi asam alpha-linoleat (ALA) ke dalam DHA omega-3 tampak lebih subur. Meskipun demikian, penelitian ini masih dini untuk memberikan rekomendasi seberapa banyak pasangan Anda dapat mengkonsumsi omega-3.

Hindari:
Cola
Apabila Anda ingin memiliki anak, jangan berikan minuman bersoda kepada pasangan Anda. Sebuah studi pada tahun 2010 di Denmark menemukan hubungan antara mengkonsumsi cola dan berkurangnya kualitas sperma. Para ilmuwan pun melakukan penelitian terhadap 2.554 orang. Menurut laporan penelitian di Amerika Jurnal Epidemiologi, ditemukan bahwa orang yang mengkonsumsi lebih dari 10 kaleng soda dalam seminggu, cenderung memiliki sperma yang lebih sedikit.

Kedelai
Mengkonsumsi kedelai untuk jangka panjang, dapat menurunkan jumlah sperma, menurut penelitian dalam jurnal Endokrinologi Molekuler and Cellular. Penelitian yang dilakukan terhadap tikus jantan menunjukkan bahwa kedelai yang dikonsumsi setiap hari dapat menurunkan 25 persen sperma dari jumlah normal. Para ilmuwan juga mencatat perubahan dalam gen yang terlibat dalam motilitas sperma pada tikus yang mengkonsumsi kedelai. Para peneliti menduga bahwa isoflavon kedelai dapat menurunkan kualitas sperma.

Di publikasikan oleh: Ricky Suoth SUMBER INFORMASI DAN TIPS
adalah Artikel yang di Publikasi:
Previous Next Home
Facebook Twitter feed Delicious Digg Favorites More