Keajaiban Pertumbuhan: Hormon Pertumbuhan

Seorang bayi usia setahun beratnya hampir dua kali dan panjangnya satu setengah kali saat ia dilahirkan. Dalam setahun, bobotnya naik dengan kecepatan yang mengagumkan. Ia juga tumbuh lebih panjang, dan tubuhnya tumbuh seimbang. Apakah yang menyebabkan bayi baru lahir yang beratnya 3 kilogram dan panjangnya 50 sentimeter dapat tumbuh menjadi orang dewasa berbobot 80 kilogram dan tinggi 1,80 meter dua puluh tahun kemudian?
Jawaban atas pertanyaan ini tersembunyi dalam hormon pertumbuhan yang ditemukan dalam molekul mengagumkan yang dilepaskan oleh kelenjar pituitari.
Agar dapat menjadi orang dewasa, seorang bayi harus tumbuh. Proses pertumbuhannya terjadi dengan dua cara. Sejumlah sel mengalami pembesaran; sel-sel lain membelah dan berkembang biak. Yang mengatur dan memastikan kedua proses ini adalah hormon pertumbuhan.
Hormon pertumbuhan dilepaskan dari kelenjar pituitari dan mempengaruhi semua sel yang ada dalam tubuh. Setiap sel mengetahui arti dari pesan yang dikirim kepadanya dari kelenjar pituitari. Sesuai dengan pesan ini, ia tumbuh atau berkembang biak.
Contohnya, jantung bayi yang baru lahir berukuran sekitar seperenambelas ukuran jantung manusia, namun jumlah sel seluruhnya dalam jantung bayi sama dengan jantung orang dewasa. Dengan berkembangnya tubuh, hormon pertumbuhan mempengaruhi setiap sel jantung. Setiap sel berkembang sesuai dengan perintah yang diberikan kepadanya oleh hormon pertumbuhan. Akibatnya, jantungnya tumbuh menjadi jantung dewasa.
Hormon pertumbuhan bekerja seperti seorang pematung yang mahir.  Dalam satu rentang waktu, hormon ini mengubah bayi sepanjang 50 cm menjadi orang dewasa setinggi 180 cm.

Perkembangbiakan sel-sel syaraf berhenti saat janin berusia enam bulan dan masih tinggal dalam rahim ibu. Sejak saat itu hingga lahir dan sejak lahir hingga dewasa, jumlah sel-sel syaraf tetap sama. Hormon pertumbuhan memerintahkan sel-sel syaraf memperbesar ukurannya. Saat masa pertumbuhannya berakhir, sistem syaraf telah mencapai bentuk akhir.
Pada foto bawah, tampak jantung orang dewasa.  Saat masih di dalam tahap embrio, jantung bayi berkembang di bawah pengawasan hormon pertumbuhan.  Pada foto atas, tampak jantung yang sedang tumbuh yang terlihat seperti  titik berwarna merah.
Sel-sel lain dalam tubuh (misalnya, sel-sel otot dan tulang) membelah dan berkembang biak selama masa pertumbuhan. Lagi-lagi hormon pertumbuhanlah yang mengabari sel-sel ini berapa banyak harus membelah.
Berdasarkan hal ini, kita harus mengajukan pertanyaan ini:
Bagaimanakah mungkin kelenjar pituitari mengetahui rumus yang tepat yang menentukan pembelahan dan pertumbuhan sel? Menakjubkan bahwa sekerat daging ini, yang seukuran kacang buncis, mengatur semua sel di dalam tubuh dan membuatnya tumbuh dengan membelah atau memperbesar diri. Pertanyaan lain yang harus diajukan: siapa yang menugasi sekerat daging ini fungsi tersebut? Mengapa sepanjang hidupnya sel-sel ini mengirimkan pesan yang memerintahkan sel-sel lain membelah diri?
Di sini, lagi-lagi kita melihat kehebatan penciptaan Allah yang tanpa cacat. Sel-sel yang terletak di sebuah daerah kecil memastikan pembelahan teratur trilyunan sel-sel lain. Namun, tak mungkin sel-sel ini mengamati tubuh manusia dari luar untuk menentukan seberapa besar tubuh harus tumbuh dan kapan harus berhenti tumbuh. Sel-sel tak sadar, dalam kegelapan tubuh, bahkan tanpa mengetahui apa yang dilakukannya, menghasilkan hormon pertumbuhan (dan berhenti menghasilkannya) saat diperlukan. Sistem sempurna telah diciptakan untuk mengendalikan setiap tahap pertumbuhan dan pelepasan hormon ini.
Karena menaati hormon pertumbuhan, sel-sel kita membentuk wajah kita dengan keseimbangan dan simetri yang sempurna.  Sel-sel itu seksama menaati perintah yang diterima dan tumbuh saling seimbang.  Jika tidak, simetri wajah manusia tak mungkin terbentuk; jika hidung tumbuh terlalu besar, tulang pipi mungkin tak terbentuk.  Atau, jika mata terbentuk namun rongganya tidak, mata tak akan dapat melaksanakan fungsinya.
Merupakan salah satu keajaiban lagi bahwa hormon pertumbuhan memerintahkan sejumlah sel untuk meningkatkan ukurannya dan memerintahkan yang lain untuk berkembangbiak dengan pembelahan karena hormon-hormon yang mencapai setiap jenis sel serupa satu sama lain. Bagaimanakah sel yang menerima perintah harus bereaksi tertulis dalam kode genetikanya. Hormon pertumbuhan mengeluarkan perintah untuk tumbuh; bagaimana pertumbuhan tersebut dapat terjadi tercatat dalam sel. Ini menunjukkan kekuatan dan kebesaran penciptaan pada setiap titik dalam perkembangan tubuh manusia.
Namun, satu hal yang sangat penting adalah kenyataan bahwa hormon pertumbuhan mempengaruhi sebagian besar sel-sel tubuh. Jika sejumlah sel mematuhi hormon pertumbuhan dan yang lain tidak, akibatnya adalah bencana. Misalkan, sel-sel jantung mematuhi perintah hormon pertumbuhan, tetapi sel-sel tulang iga menolak menggandakan diri dan tumbuh, apa yang akan terjadi? Jantung yang sedang tumbuh akan tersesak dalam rongga dada yang terlalu kecil dan mati.
Hormon pertumbuhan memastikan bahwa semua organ tubuh tumbuh saling seimbang.  Misalnya, organ-organ di dalam rongga perut dan rongga dada berkembang seimbang.  Jika rongga dada berhenti tumbuh selagi jantung masih berkembang, tulang rusuk akan meremukkan jantung dan menyebabkan kematian.
Atau, tulang hidung tumbuh namun kulit di atasnya berhenti tumbuh, tulang hidung akan merobek kulit sehingga terbuka. Keselarasan pertumbuhan otot, tulang, kulit dan organ-organ lainnya dijamin oleh ketaatan setiap sel pada hormon pertumbuhan.
Hormon pertumbuhan juga memberikan perintah bagi perkembangan tulang rawan di ujung-ujung tulang.1 Tulang rawan ini seperti keadaan bayi baru lahir yang belum terbentuk; jika tulang ini tak tumbuh, bayi tak dapat tumbuh. Di sini, sel-sel menyebabkan tulang tumbuh menurut arah panjangnya, tetapi bagaimana sel-sel ini mengetahui bahwa tulang harus tumbuh ke arah tersebut? Jika tulang tumbuh ke samping, tungkai tak akan memanjang; bahkan bisa merobek kulit dan akan tampak. Namun, segalanya sudah direncanakan dan rencana ini tertulis dalam inti setiap sel.
Kenyataan menakjubkan lainnya tentang hormon pertumbuhan adalah kapan ia dilepaskan dan berapa jumlahnya. Hormon pertumbuhan dilepaskan dalam jumlah yang tepat dan pada saat masa pertumbuhan paling giat. Hal ini amat penting karena jika jumlah yang dilepaskan lebih atau kurang dari yang dibutuhkan, hasilnya tak akan seperti yang diinginkan. Jika terlalu sedikit hormon yang dilepaskan, kekerdilan terjadi, dan jika terlalu banyak, gigantisme (pertumbuhan raksasa) terjadi.2
Maka, karena alasan itu, sebuah sistem yang sangat khusus telah diciptakan untuk mengatur jumlah hormon yang dilepaskan dalam tubuh. Jumlah hormon yang dilepaskan ini ditentukan oleh hipotalamus, yang dikenal sebagai pengatur kelenjar pituitari. Pada waktu yang tepat untuk pelepasan hormon pertumbuhan, hipotalamus mengirimkan “hormon pelepas hormon pertumbuhan” (GHRH) ke kelenjar pituitari. Dan saat sudah terlalu banyak hormon pertumbuhan dilepaskan ke dalam darah, hipotalamus mengirimkan sebuah pesan (hormon somatostatin) ke kelenjar pituitari dan memperlambat pelepasan hormon pertumbuhan.3
Setiap sel tulang di dalam tubuh menyadari tempatnya akan berada, seperti apa bentuknya nanti, dan seberapa besar akan tumbuh.  Sel-sel ini menaati tanpa kesalahan segenap perintah yang diterima dari hormon pertumbuhan.  Komunikasi antarsel membuat tubuh tumbuh seimbang.
Tetapi, bagaimana sel-sel yang membentuk hipotalamus mengetahui berapa banyak hormon pertumbuhan yang seharusnya ada dalam darah? Bagaimanakah sel-sel itu mengukur jumlah hormon pertumbuhan dalam darah dan membuat keputusan berdasarkan jumlah itu? Untuk menjelaskan betapa besarnya keajaiban ini, mari kita pikirkan sebuah contoh:
Bayangkanlah bahwa kita telah menggunakan peralatan khusus dan mengecilkan ukuran tubuh seseorang menjadi sepersekian juta dari ukuran aslinya, yaitu ke ukuran sel manusia. Kita meletakkan orang ini dalam sebuah kapsul khusus di samping sebuah sel dalam hipotalamus.
Tugas orang ini adalah menghitung jumlah molekul hormon pertumbuhan dalam pembuluh kapiler yang melintas di depannya. Ia menentukan jika terdapat pengurangan atau penambahan jumlah molekul. Luas diketahui bahwa ada ribuan zat berbeda dalam darah. Tak mungkin seorang manusia (jika bukan ahli di bidang ini) dapat mengetahui dari susunan molekul apakah sesuatu di hadapannya itu hormon pertumbuhan atau zat lain. Namun, orang yang kita taruh dalam hipotalamus harus mengenali dengan pasti hormon pertumbuhan di antara jutaan molekul lainnya. Selain itu, ia harus selalu memeriksa jumlah hormon.
Bagaimanakah mungkin hipotalamus yang tak sadar menjalankan tugas ini, yang sepertinya sangat sulit bahkan bagi manusia? Bagaimanakah hipotalamus setiap saat mengukur jumlah hormon pertumbuhan dalam darah? Bagaimanakah hipotalamus membedakan hormon pertumbuhan dari molekul lainnya? Sel-sel ini tak bermata untuk mengenali molekul, atau berotak untuk menilai keadaan. Namun, hipotalamus menjalankan perintah yang diberikan kepadanya dalam suatu sistem sempurna ciptaan Allah.
Jika terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon dilepaskan, hasilnya beragam.  Jika terlalu sedikit dilepaskan, terjadilah dwarfisme (kekerdilan); jika terlalu banyak, terjadilah gigantisme (keraksasaan).  Karena itu, Allah menciptakan suatu sistem khusus untuk mengatur jumlah hormon pertumbuhan yang dilepaskan.
Hormon pertumbuhan tak hanya dilepaskan dalam masa perkembangan, namun berlanjut sampai dewasa. Dalam keadaan demikian, Anda akan berharap manusia akan terus tumbuh dan menjadi berukuran raksasa. Tetapi, hal ini tak terjadi.4 Saat manusia mencapai ukuran tertentu, sel-selnya tak lagi membelah dan tumbuh. Para ilmuwan masih belum mengetahui mengapa ini terjadi. Diketahui bahwa berkat sistem yang sangat khusus, sel-sel diprogram agar tidak lagi membelah dan tumbuh setelah masa tertentu. Dalam keadaan demikian, seseorang harus merenungkan Kekuatan yang menciptakan program sempurna itu. Ini memperlihatkan kepada kita satu lagi keajaiban ciptaan Allah.
Tidak begitu sulit untuk memahami betapa pentingnya trilyunan sel bersamaan berhenti membelah dan tumbuh pada waktu yang tepat. Jika beberapa sel tak berhenti membelah seperti sel-sel lainnya, hasilnya akan mengerikan. Misalkan, jika sel-sel mata terus-menerus membelah dan menggandakan diri setelah kelompok-kelompok sel lain berhenti, mata akan tersesak dalam rongganya dan pecah.
Setelah membahas tentang trilyunan sel yang tiba-tiba menghentikan kegiatannya, ada hal lain yang pantas diingat. Kanker adalah sebuah penyakit yang telah kita perangi selama puluhan tahun dan masih belum dapat ditaklukkan; ini disebabkan oleh sebuah sel yang terus-menerus membelah tanpa bisa dikendalikan. Contoh ini membuat kita dapat lebih memahami keseimbangan teliti yang ada dalam tubuh.
Pada usia dewasa, hormon pertumbuhan terus memberikan pengaruh pada beberapa sel khusus dan merangsang sel-sel ini agar membelah dan menggandakan diri. Inilah satu lagi keajaiban penciptaan yang bertujuan khusus. Pembelahan sel ini tidak lagi menyebabkan pertumbuhan tubuh, namun untuk memperbaiki dan memperbaharui tubuh. Misalnya, sel-sel kulit dan sel-sel darah merah terus-menerus membelah sehingga tubuh kita mendapatkan 200 juta sel baru setiap menitnya.5 Sel-sel ini menggantikan sel-sel lama dan rusak. Dengan cara ini, jumlah keseluruhan sel tetap sama.
Kita tak mungkin menghitung jumlah molekul hormon pertumbuhan di dalam pembuluh darah kapiler tubuh kita atau dengan mudah menentukan kenaikan dan penurunan jumlahnya.  Namun, sel-sel yang membentuk hipotalamus memilih hormon pertumbuhan dari ribuan zat yang beragam di dalam darah dan membuat penyesuaian yang dibutuhkan.

Hormon pertumbuhan memiliki rancangan khusus yang menghasilkan sejumlah faktor yang dimanfaatkan dalam pembelahan dan pertumbuhan sel. Untuk terjadinya pembelahan dan pertumbuhan sel, terlebih dulu penting bahwa sel-sel itu memperbesar ukuran, yang hanya mungkin terjadi melalui peningkatan jumlah protein. Oleh karena itu, hormon pertumbuhan ini berfungsi khusus mempercepat produksi protein dalam sel.
Pada foto-foto di atas, tampak seorang perempuan berusia 16, 33, dan 52 tahun yang mengalami keadaan akibat pelepasan berlebihan hormon pertumbuhan di masa dewasa.  Keadaan ini ditandai dengan pertumbuhan tak seimbang rahang, tangan, dan hidung.
Diketahui bahwa produksi protein terjadi sebagai hasil suatu proses yang rumit. Para ilmuwan baru dapat memahami sebagian unsur luar dalam proses ini setelah bertahun-tahun penelitian. Untuk menghasilkan sebuah molekul bagi peningkatan kegiatan sistem ini, penting sekali mengetahui semua seginya. Kenyataan bahwa hormon pertumbuhan memiliki rancangan yang membuatnya mampu mempercepat produksi protein adalah bukti bahwa sistem yang menghasilkan protein dan hormon pertumbuhan ini diciptakan oleh Allah sehingga bekerja saling serasi dan melaksanakan fungsi sesuai dengan perintahNya.
Hormon pertumbuhan bukan saja memastikan percepatan sintesis protein, tetapi juga memastikan bahwa bahan dasar dalam jumlah yang dibutuhkan bagi maksud itu masuk ke dalam sel. Bahan utama yang dibutuhkan sintesis protein adalah asam-asam amino, senyawa-senyawa penyusun protein. Seolah mengetahui informasi ini, hormon pertumbuhan merangsang sel membran agar menerima lebih banyak asam amino.
Untuk mempercepat sintesis protein, metabolisme sel harus dipercepat dan, hingga kini, hormon pertumbuhan bekerjasama dengan hormon-hormon lainnya. Hormon tiroid yang dilepaskan selama masa pertumbuhan mempercepat kegiatan metabolisme sel.
Inilah foto hormon pertumbuhan.  Hormon ini terlalu kecil untuk terlihat oleh mata telanjang, namun bekerja di dalam tubuh dengan kesadaran, kecerdasan, dan rasa tanggung jawab yang tinggi.  Bagaimana hormon ini mampu menyusun manusia dalam bentuk yang sempurna adalah suatu keajaiban.  Namun, Ia Yang sesungguhnya menciptakan keajaiban ini adalah Allah, Tuhan semesta alam.
Agar semuanya terjadi, satu hal sangat penting lainnya yang dibutuhkan adalah tenaga. Bahkan jika semua sistem yang telah kita sebutkan sejauh ini sempurna, semua itu tak berguna tanpa sumber tenaga. Tanpa tenaga, proses pertumbuhan tak dapat terjadi. Tetapi, tubuh manusia telah direncanakan dengan sangat sempurna sehingga kebutuhan ini juga telah tersedia. Selain semua fungsi rumit ini, hormon pertumbuhan menjalankan satu lagi tugas yang amat penting. Hormon ini memastikan pelepasan molekul lemak agar bercampur dengan darah. Dengan cara ini, setiap molekul akan berfungsi sebagai sumber bahan bakar untuk memenuhi kebutuhan sel akan tenaga.
Saat mencapai sel, hormon pertumbuhan menempelkan diri ke reseptor yang tepat di membran.  Ketika reseptor ini terangsang, hormon pertumbuhan mulai melaksanakan fungsinya.
Saat membaca tentang kegiatan hormon pertumbuhan dalam tubuh, penting bagi kita mengingat bahwa yang melakukan semuanya ini adalah molekul-molekul tak bernyawa yang terbentuk dari gabungan beberapa atom yag tak bertangan, mata, atau otak. Menakjubkan bahwa benda tak bernyawa dapat mengetahui kapan dan ke mana harus pergi dalam tubuh, dan kapan, bagaimana, dan dengan cara apa merangsangnya. Atom-atom tak sadar tak dapat menulis dan saling mengirimkan pesan, namun kejadian menakjubkan ini terjadi ketika sejumlah molekul saling berinteraksi. Molekul-molekul itu segera mengetahui apa yang harus dilakukan dan lalu melakukannya. Contohnya, saat berinteraksi dengan hormon pertumbuhan, sejumlah molekul segera mulai membelah. Yang lain memutuskan untuk menyerap lebih banyak asam amino. Dan untuk itu, hanya perlu menanggapi hormon pertumbuhan. Bagaimanakah mungkin kegiatan yang terjadi secara sadar dan teratur seperti ini berjalan tanpa henti dalam tubuh?
Pernyataan bahwa seluruh keseimbangan yang mengagumkan ini terbentuk seiring dengan waktu oleh kerja ketaksengajaan menguap di hadapan kenyataan dan logika ilmiah. Sebab, satu kekurangan dapat menghancurkan seluruh sistem. Agar dapat bertahan hidup, seluruh sistem dan seluruh organ suatu makhluk harus terbentuk sekaligus. Setiap hal mengenai hormon pertumbuhan dan keseimbangan teliti yang terkait, yang sejauh ini telah kita tinjau, menunjukkan kenyataan bahwa manusia diciptakan dengan sempurna sebagai makhluk hidup yang lengkap. Tentang kehebatan penciptaan, Allah menyatakan di dalam Al Qur’an:
“Dialah Allah Yang menciptakan, Yang mengadakan, Yang membentuk rupa, Yang mempunyai nama-nama yang paling baik. Bertasbih kepadaNya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS Al-Hasyr, 59: 24)

Di publikasikan oleh: Ricky Suoth SUMBER INFORMASI DAN TIPS
adalah Artikel yang di Publikasi:
Previous Next Home
Facebook Twitter feed Delicious Digg Favorites More